You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan PENGASIH
Kalurahan PENGASIH

Kap. Pengasih, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WABSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN PENGASIH, KAPANEWON PENGASIH, KABUPATEN KULON PROGO -

Sejarah Desa

Kepala Desa TTD 02 Mei 2024 Dibaca 39.617 Kali

SEJARAH PEMERINTAH KALURAHAN PENGASIH

 

Kalurahan Pengasih adalah sebuah kalurahan di Kapanewon Pengasih Kabupaten Kulon Progo. Kalurahan Pengasih berbatasan dengan Kalurahan Sendangsari di bagian Utara, Kalurahan Kaliagung dan Kalurahan Margosari di bagian Timur, Kalurahan Margosari dan Kalurahan Wates di bagian Selatan, serta Kalurahan Karangsari di Barat.

Secara geografis, Kalurahan Pengasih terdiri dari wilayah tanah kering dan dataran rendah di bagian Timur dan Tengah serta wilayah berkontur miring di bagian Barat. Luas Kalurahan Pengasih yaitu 676,7350 ha dengan 13 padukuhan, 28 RW, dan 69 RT. Padukuhan-padukuhan di Kalurahan Pengasih meliputi:

  1. Pengasih
  2. Kedunggalih
  3. Dayakan
  4. Serut
  5. Terbah
  6. Tunjungan
  7. Jamus
  8. Clawer
  9. Timpang
  10. Ngento
  11. Derwolo
  12. Kepek
  13. Klampis

Berdasarkan perjalanan sejarah, Kalurahan Pengasih merupakan gabungan dari 3 (tiga) kalurahan yang masing-masing memiliki lurah sendiri. Kalurahan-kalurahan yang dimaksud yaitu Kalurahan Pengasih, Kalurahan Gebangan, dan Kalurahan Dayakan. Adapun nama-nama dusun dari tiga kalurahan tersebut yaitu :

Kalurahan Pengasih

Kalurahan Gebangan

Kalurahan Dayakan

1.    Pengasih

2.    Kedunggalih

3.    Djetis

4.    Kepek

5.    Pantjoeran

6.    Derwolo

7.    Drijawangsan

8.    Klampis

9.    Pendawa

1.    Jamus

2.    Timpang

3.    Ngento

4.    Clawer

1.    Toendjoengan

2.    Terbah

3.    Dajakan

4.    Seroet

5.    Tobanan

Ketiga kalurahan tersebut masing-masing dipimpin oleh seorang lurah yaitu Lurah Pawirakalidja untuk Kalurahan Pengasih, Lurah Tjakrapawira untuk Kalurahan Gebangan, dan Lurah Dipawijana untuk Kalurahan Dayakan. Lurah Tjakrapawira dan Lurah Dipawijana sudah menjabat sejak tahun 1917, sementara Lurah Pawirakalidja baru menjabat sebagai lurah pada tahun 1929. Namun diperkirakan sebelum Lurah Pawirakalidja sudah ada lurah sebelumnya yang lebih awal menjabat sebagai Lurah Pengasih sejak tahun 1917.

Setelah kemerdekaan RI tahun 1945, Sultan Hamengkubuwana IX menetapkan kebijakan baru dengan mengeluarkan Makloemat Istimewa Jogjakarta Nomor 16 tanggal 11 April 1946. Dalam maklumat tersebut disebutkan dalam pasal 7 ayat 2 dan 3 bahwa kalurahan yang tidak dapat mencukupi kebutuhannya sendiri dapat digabungkan dengan kalurahan lain, serta apabila rakyat menghendaki maka beberapa kalurahan dapat digabungkan menjadi satu meskipun kalurahan tersebut dapat mencukupi kebutuhannya sendiri.

Selain itu juga dikeluarkan Makloemat Nomor 17 tanggal 11 April 1946 yang isinya memerintahkan agar tiap-tiap kalurahan membentuk Dewan Perwakilan Rakjat Kalurahan. Dengan dibentuknya Dewan Kalurahan tersebut diharapkan rakyat desa dapat terwakili dalam mengurus rumah tangga desanya. Anggota Dewan Kalurahan ini juga diharapkan dapat mewakili rakyat desa dalam membentuk peraturan-peraturan desa. Dengan adanya Dewan Kalurahan ini maka status pemerintahan desa menjadi otonom.

Berdasarkan maklumat-maklumat di atas maka Kalurahan Pengasih, Kalurahan Gebangan, dan Kalurahan Dayakan mulai melakukan penggabungan wilayah. Langkah tersebut dimulai dengan pemilihan lurah dan perangkat-perangkat baru. Dalam pemilihan lurah untuk kalurahan gabungan yang baru, Pawirakalidja berhasil mendapatkan suara terbanyak. Pemilihan tersebut diperkirakan dilaksanakan setelah bulan Agustus 1946.

Pada tanggal 18 Februari 1947, ketiga lurah di Kalurahan Pengasih, Kalurahan Gebangan, dan Kalurahan Dayakan diberhentikan secara terhormat serta berhak atas pensiunan berupa tanah pengarem-arem. Berdasarkan hal tersebut maka secara langsung tiga pemerintahan kalurahan dihapus dan bergabung menjadi satu kalurahan. Nama kalurahan baru gabungan tersebut adalah Pendakgebangsari yang merupakan singkatan dari Pengasih, Dayakan, dan Gebangan. Adapun kata ‘sari’ sengaja ditambah karena nama-nama kalurahan baru di wilayah Kapanewon Pengasih umumnya menggunakan akhiran ‘sari’, seperti halnya Margosari, Tawangsari, Kedungsari, dan lainnya.

Adapun beberapa nama pamong kalurahan yang merupakan hasil pilihan masyarakat di Kalurahan Pendakgebangsari adalah sebagai berikut:

1

Pawirakalidja

:

Lurah

2

Martapardjija

:

Bagian Umum

3

Somawijana

:

Bagian Kemakmuran

4

Supardjijana

:

Bagian Keamanan

5

Martahardja

:

Pembantu Umum

6

Kayatsumarta

:

Pembantu Kemakmuran

7

Mangkusastra

:

Pembantu Keamanan

8

Sudjatmaka

:

Pembantu Agama

9

Sastrasoemadi

:

Pembantu Sosial

Dalam keterangan disebutkan bahwa Dukuh Kepek adalah Karsa Sadin. Dukuh Derwolo adalah Karsa Sidi. Dukuh Klampis adalah Mulyakarya. Dukuh Dayakan adalah Sanun. Dukuh Tunjungan adalah Arja Sumardi. Dukuh Terbah adalah Singapawira. Dukuh Jamus adalah Mintawiyana. Dukuh Timpang adalah Karyasentana. Dukuh Ngento adalah Iman Yadi. Dukuh Clawer adalah Mulyaikrama. Dukuh Kedunggalih adalah Hardjautama, dan Dukuh Pengasih adalah Hardjamudji.

Jumlah padukuhan untuk kalurahan gabungan yang baru sebanyak 13 padukuhan. Beberapa padukuhan yang dimaksud seperti Clawer, Timpang, Jamus, Ngento adalah bagian dari wilayah eks Kalurahan Gebangan. Untuk Tunjungan, Terbah, Serut, dan Dayakan merupakan bagian wilayah padukuhan dari eks Kalurahan Dayakan. Sementara Klampis, Kepek, Derwolo, Kedunggalih, dan Pengasih merupakan wilayah dari eks Kalurahan Pengasih.

Padukuhan di wilayah Kalurahan Pendakgebangsari hampir tidak pernah mengalami perubahan, baik secara jumlah, nama, maupun kewilayahan. Perubahan justru terjadi pada nama kalurahan. Nama yang sejak penggabungan tiga kalurahan adalah Pendakgebangsari kemudian kembali ke nama Pengasih pada sekitar tahun 1950-an. Perubahan nama ini diputuskan secara kolektif oleh masyarakat. Kembalinya nama Pengasih diambil berdasarkan hasil rapat Dewan Kalurahan Pengasih. Oleh karenanya secara sukarela masyarakat menyetujui perubahan nama dari Kalurahan Pendakgebangsari menjadi Kalurahan Pengasih. Nama tersebut kemudian terus digunakan sebagai nama resmi pemerintahan kalurahan sampai saat ini.[]

 

   

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image