You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo KALURAHAN PENGASIH
KALURAHAN PENGASIH

KAP. Pengasih, KAB. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

SELAMAT DATANG DI WABSITE RESMI PEMERINTAH KALURAHAN PENGASIH, KAPANEWON PENGASIH, KABUPATEN KULON PROGO

Penyuluhan Pengembangan Pariwisata Kalurahan Pengasih Dorong Penguatan Wisata Berbasis Masyarakat

Administrator 29 November 2025 Dibaca 77 Kali
Penyuluhan Pengembangan Pariwisata Kalurahan Pengasih Dorong Penguatan Wisata Berbasis Masyarakat

Pengasih – Pemerintah Kalurahan Pengasih menggelar Penyuluhan Pengembangan Pariwisata pada Sabtu, 29 November 2025, bertempat di Balai Kalurahan Pengasih. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh Pengurus Pokdarwis, Pengurus Desa Wisata, serta Karang Taruna Kalurahan Pengasih sebagai upaya memperkuat kapasitas pengelola pariwisata berbasis masyarakat.

Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Lurah Pengasih, Bapak Haryana, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan ini serta mengucapkan terima kasih kepada dua narasumber, yakni Bapak Heri Susanto dari Desa Wisata Widosari dan Bapak Sugihartono dari DolanDeso Boro. Menurutnya, kedua narasumber tersebut merupakan praktisi yang telah terbukti berpengalaman di bidang kepariwisataan, sehingga diharapkan para peserta dapat menyerap banyak ilmu untuk mendorong kemajuan pariwisata di Kalurahan Pengasih.

Dalam acara penyuluhan ini, materi pertama disampaikan oleh Bapak Heri Susanto. Ketua Desa Wisata Widosari tersebut mengangkat tema Pengelolaan Potensi Lokal melalui Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Ia menjelaskan bahwa desa wisata merupakan kawasan pedesaan yang dikembangkan sebagai destinasi wisata dengan memadukan potensi alam, budaya, hasil karya manusia, serta fasilitas yang dikelola langsung oleh masyarakat.

Latar belakang pembentukan desa wisata, menurutnya, tidak lepas dari persoalan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, sehingga desa wisata diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan masyarakat. Tujuan utamanya mencakup pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi lokal, pelestarian budaya dan lingkungan, serta peningkatan daya saing desa.

Dalam pemaparannya, Bapak Heri juga menjelaskan tahapan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat, mulai dari pemetaan potensi, perencanaan, pengembangan infrastruktur, pengembangan produk wisata, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga promosi, pemasaran, dan evaluasi berkelanjutan.

Sebagai contoh, ia memaparkan daya tarik Desa Wisata Widosari yang meliputi wisata alam seperti Puncak Widosari, Kebun Teh Kemadon, Puncak Proman, dan Sawah Kyai Alihan, wisata buatan Rajendra Farm, seni budaya seperti Bangilun, Angguk, dan Jatilan, hingga wisata edukasi berbasis alam dan budaya. Ia menegaskan bahwa pengembangan desa wisata berbasis masyarakat mampu mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus melestarikan budaya dan lingkungan secara berkelanjutan.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Bapak Sugihartono, Pemilik DolanDeso Boro yang mengangkat tema Bisnis Wisata. Ia menjelaskan bahwa bisnis wisata tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga menjual pengalaman (experience) yang dirasakan wisatawan.

Menurutnya, bisnis wisata memiliki peran besar dalam meningkatkan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, melestarikan budaya, serta mendorong pertumbuhan UMKM desa. Ruang lingkup bisnis wisata mencakup daya tarik wisata, aksesibilitas, amenitas, dan pengelolaan kelembagaan seperti Pokdarwis dan BUMDes.

Ia juga memaparkan tren wisata saat ini yang mengarah pada wisata berbasis pengalaman, wisata berkelanjutan, digital tourism, serta paket wisata singkat. Langkah-langkah pengembangan bisnis wisata, mulai dari identifikasi potensi, segmentasi pasar, perancangan konsep, pengembangan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, pembentukan kelembagaan, hingga promosi digital juga dibahas secara rinci.

Di akhir materi, Bapak Sugihartono menekankan bahwa keberhasilan bisnis wisata sangat ditentukan oleh potensi lokal, inovasi, pelayanan yang baik, serta pengelolaan yang profesional. Wisata bukan sekadar tempat yang indah, tetapi tentang bagaimana sebuah tempat mampu memberikan pengalaman bermakna bagi pengunjung.

Pada sesi lain-lain, kegiatan diisi dengan tanya jawab interaktif. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari cara menjaga konsistensi kunjungan wisata agar tidak hanya ramai saat viral, strategi membuat destinasi sederhana agar tetap menarik, solusi menghubungkan potensi wisata yang terpisah-pisah, metode penentuan harga paket wisata, sistem bagi hasil dengan tour & travel, hingga cara menyamakan visi dalam merintis bisnis wisata.

Para narasumber menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan, penguatan branding, pengelolaan terpadu oleh Pokdarwis, transparansi harga, serta budaya musyawarah dan gotong royong sebagai kunci utama keberhasilan pengembangan pariwisata desa.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Penyuluhan Pengembangan Pariwisata Kalurahan Pengasih resmi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pembawa acara. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat bagi Kalurahan Pengasih dalam mengembangkan potensi pariwisata secara berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat.[stfc]

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp0 Rp3,744,413,923
0%
Belanja
Rp0 Rp3,572,736,322
0%
Pembiayaan
Rp0 Rp-159,227,199
0%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp0 Rp62,195,702
0%
Hasil Aset Desa
Rp0 Rp108,300,000
0%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp0 Rp376,064,650
0%
Dana Desa
Rp0 Rp1,654,524,000
0%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp0 Rp226,993,138
0%
Alokasi Dana Desa
Rp0 Rp1,011,116,433
0%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp0 Rp295,000,000
0%
Bunga Bank
Rp0 Rp720,000
0%
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp0 Rp9,500,000
0%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp0 Rp2,023,743,228
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp0 Rp1,047,305,800
0%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp0 Rp208,430,744
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp0 Rp146,607,000
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp0 Rp146,649,550
0%