Kulon Progo – Kontingen Kalurahan Pengasih sukses menampilkan pentas kethoprak fabel berjudul “Mula Bukane Sungu Menjangan” dalam ajang Gelar Potensi Rintisan Kalurahan Budaya Kategori Berkembang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo di Taman Budaya Kulon Progo, Jumat (22/5/2026).
Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menampilkan berbagai kontingen dari Rintisan Kalurahan Budaya Kategori Berkembang. Pada kesempatan itu, Kalurahan Pengasih mendapat giliran tampil keempat dan naik pentas sekitar pukul 21.30 WIB.
Pementasan kethoprak ini melibatkan pemuda-pemudi Kalurahan Pengasih sebagai pemain maupun pendukung pertunjukan. Menariknya, beberapa pemeran yang terlibat masih berusia anak-anak, menunjukkan adanya upaya regenerasi pelaku seni tradisional sejak usia dini.
Lakon “Mula Bukane Sungu Menjangan” mengangkat cerita fabel yang dikemas dalam balutan komedi. Kisah tersebut menceritakan kehidupan satwa di Alas Menoreh dengan berbagai konflik yang sarat pesan moral. Penampilan para pemain yang komunikatif serta sisipan humor yang segar berhasil mengundang tawa dan mendapat respons positif dari para penonton yang hadir.
Sutradara pementasan, Ponang Merdugandang, menjelaskan bahwa pemilihan cerita fabel dilakukan karena memiliki struktur cerita yang sederhana dan mudah dipahami oleh generasi muda yang sedang belajar kethoprak. Meskipun mengangkat tokoh-tokoh binatang, dialog dalam pementasan tetap menggunakan bahasa Jawa baku sehingga menjadi sarana pembelajaran budaya dan bahasa Jawa bagi para pemain maupun penonton.
Selain itu, cerita fabel dinilai memiliki ruang yang luas untuk menghadirkan unsur komedi tanpa mengurangi nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Melalui pementasan tersebut, para pemain menyampaikan pesan bahwa kesombongan pada akhirnya akan merugikan diri sendiri, sementara kebersamaan, keberanian, dan kepandaian merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan.
Naskah pertunjukan ditulis oleh Bima Yusuf Asfidayat dengan pendekatan yang ringan dan menghibur sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan. Kehadiran pemain anak-anak juga menjadi daya tarik tersendiri yang menunjukkan semangat generasi muda dalam mempelajari dan melestarikan seni tradisional.
Selain menampilkan pertunjukan kethoprak, Kalurahan Pengasih juga turut berpartisipasi dalam Pameran UMKM Gelar Potensi Rintisan Kalurahan Budaya yang berlangsung pada 19–22 Mei 2026 di kawasan Taman Budaya Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masing-masing kalurahan peserta untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk unggulannya kepada masyarakat luas.
Dalam pameran tersebut, Kalurahan Pengasih menampilkan dua produk unggulan, yaitu Kering Kentang yang diproduksi oleh pelaku UMKM dari Padukuhan Tunjungan serta Kerajinan Tatah Sungging Wayang Kulit dari Padukuhan Jamus. Kedua produk tersebut menjadi representasi potensi ekonomi dan budaya yang berkembang di Kalurahan Pengasih, sekaligus menunjukkan keterkaitan antara pelestarian budaya dengan pemberdayaan masyarakat.
Lurah Pengasih, Haryana, S.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi Kalurahan Pengasih dalam Gelar Potensi Rintisan Kalurahan Budaya merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir regenerasi pelaku seni, baik pemain kethoprak maupun para pengrawit atau wiyaga, sehingga kesenian tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Lebih jauh, keterlibatan dalam pameran UMKM juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk-produk unggulan masyarakat Kalurahan Pengasih. Dengan demikian, pengembangan budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari pembangunan kalurahan yang berkelanjutan.
Pementasan “Mula Bukane Sungu Menjangan” dan partisipasi dalam pameran UMKM menjadi bukti bahwa Kalurahan Pengasih tidak hanya berkomitmen menjaga kelestarian budaya tradisional, tetapi juga mendorong tumbuhnya potensi ekonomi kreatif masyarakat. Melalui keterlibatan generasi muda, pelaku seni, pengrawit, dan pelaku UMKM, Kalurahan Pengasih terus berupaya mewujudkan ekosistem budaya yang hidup, produktif, dan berkelanjutan.[stfc]