Pemerintah Kalurahan Pengasih menyelenggarakan kegiatan Rembug Stunting Tahun 2026 pada hari Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Balai Kalurahan Pengasih. Kegiatan ini merupakan forum musyawarah yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kalurahan Pengasih.
Rembug stunting dihadiri oleh Lurah Pengasih Bapak Haryana, S.Pd., anggota Bamuskal Kalurahan Pengasih, pamong kalurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Pengasih, kader Posyandu, tenaga pendidik PAUD, serta berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan stunting.
Dalam sambutannya, Lurah Pengasih Bapak Haryana, S.Pd. menyampaikan bahwa meskipun kegiatan rembug stunting merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun, namun hasil musyawarah yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih nyata terhadap upaya penurunan angka stunting di Kalurahan Pengasih.
“Melalui forum ini kita dapat bersama-sama mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah-langkah strategis yang lebih efektif untuk menekan angka stunting di Kalurahan Pengasih,” ujar beliau.
Kegiatan rembug stunting menghadirkan dua narasumber, yaitu Pendamping Desa Kalurahan Pengasih, Bapak R. Sunardi, serta Kepala Puskesmas Pengasih I yang diwakili oleh Ibu Fascia Holimama, Amd.Keb.
Dalam paparannya, Ibu Fascia Holimama menyampaikan perkembangan data stunting di Kalurahan Pengasih. Berdasarkan data tahun 2026, jumlah anak stunting mengalami penurunan menjadi 21 anak dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 25 anak. Penurunan tersebut menunjukkan adanya kemajuan dari berbagai program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah kalurahan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Selain menyampaikan data stunting terkini, beliau juga menjelaskan berbagai rencana kegiatan Puskesmas Pengasih I dalam mendukung percepatan penanganan stunting. Beliau menekankan pentingnya pola asuh yang baik, pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin, serta pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi yang seimbang bagi ibu hamil, bayi, dan balita.
Selanjutnya, Ibu Dwi Inggitrahmawati selaku Admin eHDW memaparkan laporan pelaksanaan kegiatan Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang telah tercatat dalam aplikasi eHDW. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan skor konvergensi stunting Kalurahan Pengasih yang mencapai 62,59 persen. Data tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam penyusunan program dan kegiatan penanganan stunting pada tahun berikutnya.
Melalui sesi musyawarah yang berlangsung secara partisipatif, para peserta berhasil menyepakati beberapa usulan kegiatan prioritas yang akan dibawa dalam Musyawarah Kalurahan. Adapun usulan tersebut meliputi:
- Pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi balita usia 0–5 tahun.
- Pemberian insentif bagi kader Posyandu.
- Pemberian insentif bagi tenaga pendidik PAUD.
- Penyelenggaraan kelas ibu hamil.
- Pelaksanaan kegiatan rembug stunting secara berkelanjutan.
Kegiatan rembug stunting berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti jalannya diskusi serta memberikan berbagai masukan untuk mendukung keberhasilan program percepatan penurunan stunting di Kalurahan Pengasih.
Melalui sinergi antara pemerintah kalurahan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pendidik PAUD, dan seluruh masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kalurahan Pengasih dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.( Sug )