Pengasih – Panitia Penjaringan dan Penyaringan Pamong Kalurahan Pengasih menyelenggarakan Musyawarah Padukuhan (Musduk) untuk menentukan persyaratan tambahan bagi bakal calon Dukuh Timpang pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Ibu Sri Rahayu, mantan Dukuh Timpang.
Musyawarah ini diinisiasi oleh Panitia Penjaringan dan Penyaringan Pamong Kalurahan Pengasih sebagai bagian dari tahapan pengisian jabatan Dukuh Timpang. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan anggota panitia, unsur Bamuskal Kalurahan Pengasih, Penjabat (Pj.) Dukuh Timpang, mantan Dukuh Timpang, para Ketua RT, perwakilan PKK, perwakilan kader, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat Padukuhan Timpang.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Pamong Kalurahan Pengasih, Drs. Harminto, M.M., mengajak seluruh peserta musyawarah untuk bersama-sama menentukan metode persyaratan tambahan yang akan digunakan dalam penjaringan bakal calon Dukuh Timpang, yaitu melalui metode usulan atau metode dukungan.
Beliau juga menegaskan pentingnya memanfaatkan forum musyawarah ini sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengusulkan putra-putri terbaik Padukuhan Timpang yang dinilai memiliki kemampuan, integritas, serta komitmen untuk mengemban amanah sebagai dukuh.
Musyawarah dipimpin oleh Bapak Sabar, selaku tokoh masyarakat Padukuhan Timpang. Setelah melalui pembahasan dan musyawarah mufakat, seluruh peserta sepakat bahwa persyaratan tambahan bagi bakal calon Dukuh Timpang menggunakan metode usulan.
Selanjutnya, masing-masing Ketua RT menyampaikan usulan nama bakal calon Dukuh Timpang. Adapun nama-nama yang diusulkan adalah:
- Dwi Sutrisno (RT 40 RW 17)
- Narji Suyanto (RT 40 RW 17)
- Dimas Budi Sudarmaji (RT 41 RW 17)
- Kelik Sudaryanto (RT 42 RW 18)
- Agus Dwi Cahyo (RT 43 RW 18)
Pada sesi berikutnya, kelima bakal calon diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan visi dan misi di hadapan peserta musyawarah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh masing-masing bakal calon untuk memaparkan komitmen serta gagasan dalam membangun Padukuhan Timpang apabila nantinya diberikan amanah oleh masyarakat.
Suasana musyawarah berlangsung tertib, demokratis, dan penuh antusiasme. Peserta aktif memberikan masukan serta mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu tokoh masyarakat Padukuhan Timpang, Bapak Irun, berharap agar dukuh yang nantinya terpilih mampu mengoptimalkan seluruh potensi lokal yang dimiliki padukuhan serta senantiasa membuka diri terhadap aspirasi, kritik, dan masukan dari masyarakat demi kemajuan bersama.
Musyawarah Padukuhan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penjaringan calon Dukuh Timpang yang mengedepankan prinsip partisipatif, transparan, dan demokratis. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan proses pengisian jabatan Dukuh Timpang dapat menghasilkan pemimpin yang amanah, berdedikasi, dan mampu membawa Padukuhan Timpang menuju kemajuan yang lebih baik.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif berkat partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.( Sug )